Sabtu, 26 Maret 2011

Ada kolam hijau di Kutub Selatan

Ternyata efek pemanasan global tidak selamanya berimbas buruk di kawasan Kutub . Buktinya, masih ada juga anugrah dari pemanasan global . Sebuah kolam memunculkan kehidupan di antara es di Kutub Selatan . Kolam tersebut di kelilingi oleh es berwarna putih , tapi airnya berwarna hijau , jadi mencolok sekali dilihatnya.
Rupanya usut punya usut, warna hijau tersebut merupakan imbas klorofil dari gangang yang terdapat di kolam tersebut. Di kolam itu juga ada kehidupan krustasea kecil , ikan  dan larva udang . Kalau kata kepala ilmuan Amundsen Sea Polynya International Research (ASPIRE) , Patricia Yager , jumlah klorofil tersebut lebih banyak dibanding beberapa tempat di sungai Amazon . Kalau perairan seperti ini (disebut Polynya ) biasanya kaya akan nutrisi dan jadi tempat bernaungnya binatang .
Polynya bisa terbentuk karena angin mrniup bongkah es dan air hangat mencairkan es . Ketika es mencair , nutrisi turut terlepas ke laut . Nutrisi yang kebanyakan penting bagi tumbuhan itu membuat ganggang berkembang . Menurut Yager, ledakan jumlah gangang ini bisa jadi anugrah karena ganggang melahap karbon dioksida akibat efek rumah kaca .
Cuma masih satu sisi aja nih,Kalau sampai ganggang menjadi makanan bagi zooplankton yang melepaskan karbon dioksida ke atsmosfer saat bernafas , dimata Yager , bakterimengurai gangang akan mati dan mengubah karbon menjadi karbo dioksida . Untuk saat ini , kolam polynya merupakan hal yang baik bagi iklim Bumi karena mereka memerangkap karbon .  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar